Ketupat merupakan cara memasak nasi yang familiar dan merata di negara-negara Asia Tenggara. Di Indonesia, pembuatan ketupat menyebar di hampir semua wilayah, termasuk Kalimantan.
Orang Kalimantan biasanya makan Soto Banjar dengan ketupat. Ketupat Kalimantan ternyata lebih besar sekali dibandingkan dengan ketupat yang ada di pulau Jawa. Hal ini disebabkan karena daun yang digunakan untuk membuat ketupat memang berasal dari pohon yang berbeda.
Di pulau Jawa, ketupat menggunakan daun kelapa. Sedangkan di Kalimantann menggunakan daun hanau, atau kalau di jawa namanya pohon enau. Sayang, selama di Kalimantan saya tidak ketemu pohon hanau. Atau ketemu, tapi saya gak ngeh kalau itu adalah pohon hanau.
Cara pembuatan ketupat dari daun hanau dan kelapa sama saja, demikian juga cara mengisinya. Tetapi daun hanau memang lebih besar, dua kali lebar daun kelapa. Sehingga jelas saja hasil ketupatnya lebih besar.
Karena besarnya, saya cuma mampu makan ketupat Kalimantan setengah saja.
![]() |
| Ketupat yang sudah matang. Ketupats are already served. |
The people of Kalimantan eat Soto Banjar with ketupat. Soto Banjar is typical soup in Kalimantan. Ketupat Kalimantan is much much bigger than ketupat in Java island. Because they use different kind of palm leaves.
In Java island, the people make ketupat using coconut tree. In Kalimantan, the people there use hanau tree, a kind of palm tree that grow many there. Unfortunately I could not see any hanau tree when I was in Kalimantan. Or perhaps I met, but I didn't know that it was hanau tree.
The way to make ketupat from hanau leaves and coconut leaves is similar. And so do the way to fill the rice. But because hanau leave is much wider than coconut tree, the size of ketupat is much much bigger.
Due to its big size, I could only eat only the half of ketupat Kalimantan.
Note:
Gampang caranya. Add saja akun FB saya yang ada di sebelah kanan atau kiri artikel ini.
Kalau sudah jadi friend saya di FB, nanti saya undang ke pertemuan bisnis kami. Kasih pesan ke inbox FB, minta diundang ke pertemuan tersebut. Saya gak mau ngundang orang sembarangan, pertama, nanti dianggap spam, kedua, kita juga gak kepengen kan diundang untuk satu kegiatan yang kita gak kepengen ikut.
Tenang, kalau cuma hadir di pertemuan bisnis, gak perlu bayar. Pertemuannya juga online, lewat Facebook. Jadi gak perlu keluar rumah, kalau lagi di luar rumah, gak perlu batalin janji. Kan bisa lewat handphone. Asyik, kan. Yuk, gabung yuk.
Tenang, kalau cuma hadir di pertemuan bisnis, gak perlu bayar. Pertemuannya juga online, lewat Facebook. Jadi gak perlu keluar rumah, kalau lagi di luar rumah, gak perlu batalin janji. Kan bisa lewat handphone. Asyik, kan. Yuk, gabung yuk.
